andy.konblog.com

Archive for June, 2008

Geby oh Geby

Pernah dengar lagu cewek yang bernama Geby? konon lagu ini di tujukan untuk kekasihnya yang telah meninggal ketika akan melihat di Geby manggung. Kemudian sang kekasih meninggal karena kecelakaan. Karena saking soknya kemudian si Geby bikin lagu , kemudian bunuh diri. Benarkah?

Apakah kejadian semacam ini bisa di salahkan? siapa yang tahu. Lalu apakah memang tren kita memang sudah seperti itu saat ini. Mungkin jika Geby masih hidup dia tak mau di salahkan mengambil keputusan itu. tentu dia punya alsan tersendiri dari keputusan itu. Lalu apakah si Geby ini cintanya kepada sang kekasih lebih besar dari pada cintanya kepada orang tua. Tak ada yang bisa menjawab. Dan tentu sang orang tua pasti terpukul melihat kejadian itu.

No comments

Blog Seleb Banyak Komentarnya

Mungkin jika anda seorang selebriti dan anda pingin ngeblog pasi tak perlu promosi lagi untuk dapat pengunjung dan pagerank yang banyak. Contoh saja blognya Dian Sastro Wardoyo , komentarnya di setiap postingannya bisa nyampe 300 komentar. Itu mengalahkan seleb blog seperti Darren rowse dan lainya, yang sudah kelas international.

Apa perlu jadi seleb dulu baru ngeblog yaa? Ga aku tetap pingin ngeblog walaupun aku bukanlah artis. Suatu saat aku juga pasti jadi seleb blogger juga (hahhaa).

Ranah blog kini juga banyak di ramaikan oleh artis. Ada yang blog hosting, ada juga yang masih blog gratisan. Tapi walaupun gratisan tapi banyak pengunjungnya kenapa tidak?

Jadi masih mikir untuk jadi blogger?

No comments

Rp 200,- Yang Berarti

Pagi tadi saya melihat kerumunan ibu-biu yang mengantri minyak tanah. Ngantri dari pagi bawa jerigen lima literan. Lama sekali menunggu kedatangan tanki yang membawa minyak tanah itu. Akhirnya datang juga tangki itu pada pukul satu siang. Jadi biu itu menunggu sekitar lima jam untuk dapat lima liter minyak tanah.

Lima jam mungkin orang akan berkata, kok mau yaa nunggu sampai lima jam. Begitulah rakyat kecil. Mereka untuk menghemat Rp 200,- saja harus rela menunggu sampai selama itu. Coba saja kalau ibu itu mau membeli minyak tanah yang di ecerkan, pasti tak perlu menunggu tapi lebih mahal Rp 200,-.

Jadi ibu itu hanya menghemat seribu rupiah dan menunggu sampai lima jam. Tapi kenapa kok katanya sudah subsidi agar rakyat tidak sengsara, minyak tanah masih langka. Sama saja.

No comments