andy.konblog.com

Rp 200,- Yang Berarti

Pagi tadi saya melihat kerumunan ibu-biu yang mengantri minyak tanah. Ngantri dari pagi bawa jerigen lima literan. Lama sekali menunggu kedatangan tanki yang membawa minyak tanah itu. Akhirnya datang juga tangki itu pada pukul satu siang. Jadi biu itu menunggu sekitar lima jam untuk dapat lima liter minyak tanah.

Lima jam mungkin orang akan berkata, kok mau yaa nunggu sampai lima jam. Begitulah rakyat kecil. Mereka untuk menghemat Rp 200,- saja harus rela menunggu sampai selama itu. Coba saja kalau ibu itu mau membeli minyak tanah yang di ecerkan, pasti tak perlu menunggu tapi lebih mahal Rp 200,-.

Jadi ibu itu hanya menghemat seribu rupiah dan menunggu sampai lima jam. Tapi kenapa kok katanya sudah subsidi agar rakyat tidak sengsara, minyak tanah masih langka. Sama saja.

RSS feed | Trackback URI

Comments »

No comments yet.

Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong> in your comment.